Suatu hari, ketiga putriku -Ishma (7 tahun), Nida (5 tahun), dan Nisa (2,5 tahun)- sedang menonton TV. Mereka begitu tenang, dan terlihat begitu terpesona menatap kotak TV. Tak terdengar celotehan-celotehan yang biasanya terlontar saat sedang bermain boneka bersama. Tak terdengar keributan-keributan kecil tatkala berebut dan mempertahankan mainan kesukaannya. Tak nampak pula komunikasi interaktif, dramatisasi peran pada berbagai karakter mainan yang digenggamnya. Tak terdengar jeritan dan tangisan si kecil -Nisa- tatkala berusaha merebut mainan kesukaannya yang telah dimainkan oleh kakaknya.
Hening… Sunyi….
Yang terdengar hanyalah suara-suara tak berirama dari kotak TV. Terkadang terdengar nada bicara, kemudian berhenti, iringan musik, tiba-tiba suara iklan yang mungkin telah beratus kali diulang, tanpa melihatpun aku tahu iklan tentang apa itu, kemudian suara iklan lainnya, iklan lagi.
Kembali hening… View full article »