Telah lama saya memperhatikan prilaku keseharian saya dan orang-orang ketika BERWUDHU, terutama ketika menjelang waktu sholat wajib tiba. Di masjid-masjid yang biasanya dipake untuk berjamaah sholat lima waktu, banyak orang antri untuk mendapatkan giliran berwudhu dan alat yang biasanya digunakan untuk mengalirkan air wudhu adalah keran.

Terkadang orang yang sedang berwudhu, sebagian ada yang peduli bahwa di belakangnya ada orang yang menunggu giliran, sehingga ia selesaikan wudhunya dengan singkat, padahal mungkin tidak tercapai syarat-syarat wudhu yang benar. Sebagian lagi ada yang tidak peduli, bahkan terkesan ia menggunakan air wudhu dengan boros -ia buka keran sebesar-besarnya sampai “mentok” kapasitas debit air yang dapat dikeluarkan oleh keran, bahkan berlama-lama mencuci anggota wudhu, sementara air dari keran keluar sederas-derasnya dan mengucur tidak digunakan, terbuang sia-sia. Miris, ingin sempurna beribadah, tapi lupa pada hal-hal yang lain, “BERLAKU BOROS”. Bukankah sikap mubazir salah satu perilaku yang menunjukkan bahwa si pelaku adalah temannya syetan ??? “Inna ‘l-mubadziriina kaanuu ikhwaana ‘sy-syayaathiin” … CMIIW. View full article »