Merokok bagi sebagian orang terutama pecandu rokok adalah hal yang biasa. Tapi bagi saya rokok adalah barang yang asing. Seingat saya tak pernah sekalipun dan tak sebatang rokokpun pernah mampir di bibir ini untuk asya hisap. Keasingan akan rokok bertambah lagi tatkala ribuan kali iklan rokok ditampilkan di media-media cetak dan elektronik. Apa sih enaknya rokok???
“loe harus nyobain, baru loe tahu rasanya”‘ rayu seorang teman.
Lha …. sebegitukah nikmatnya rokok, sampe tidak dapat terkatakan dengan ungkapan sekalimatpun …. Kalo semua rasa dicampur jadi satu saja bisa dikatakan dengan RASA-nya RAME, berarti kalau rasa rokok tidak terkatakan … sama saja dengan GA ADA RASANYA …… he… he …..
“begini nih caranya ngetes rokok enak apa gak ketika dihisap ….”, diciumnya sebatang rokok yang mendarat di antara hidung dan bibirnya, sebatang rokok DJARUM BLACK berbalut kertas warna hitam digeser-geserkan dibawah lubang hidungnya sambil menghirup nafas dalam-dalam dan merem melek.

Ha …. haa ….. ada saja tingkahnya perokok sampai lupa diri kalo sebelumnya dia bilang harus nyoba dulu kalo mau tahu rasanya …. Nyoba itu artinya kan diisep. Kalo cuma dicium-cium mah, tahi ayam juga bisa dicium-cium baunya …. sudah pasti gak akan bisa ngebaedain mana tahi ayam kampung, mana tahi ayam kota. Caranya ya dengan makan daging ayam, baru tahu rasanya.
Tapi tak sedikitpun ada rasa kepenasaran untuk mencoba rokok walaupun sampai detik ini ribuan iklan dari media atau dari sang perokok langsung menyerbu, menohok dinding perasaan penasaran.
Mengapa ya ??? Karena di keluarga saya tidak ada suri tauladan buruk untuk ditiru bagaimana rasa kecanduan rokok. AYAH, KAKEK yang merupakan teladan pertama bagi saya…. bukan perokok, setidaknya ketika saya ada dan terlahir ke dunia ini. Karena katanya dahulu kakek saya adalah perokok …bahkan masuk kategori perokok berat. Dulu yang saya kenal rokok itu djarum dan gudang garam, juga pernah dikonsumsi kakek. Bagaimana ya mereka bisa totalĀ berhenti merokok ….????
“wah …. susah, gue udah ga bisa berhenti merokok, pernah sih dicoba untuk berhenti, tapi selalu gagal”, timpal temanku si perokok.
Emang bagaimana caranya usaha untuk berhenti merokok ……
“Hari pertama usaha mengurangi satu batang rokok …… seminggu kemudian kurangi dua batang ….. seminggu berikutnya tiga batang, tapi biasanya ga sampe sebulan gagal ….”
Emang sehari biasanya habis berapa batang ….
“kalo tiga bungkus itu berapa batang, ya?”
HOEEEKKKK !!!! Itu mah sama saja gak ada usaha ….
Nih resep dari kakek gue bagaimana caranya biar bisa berhenti merokok.

BUANG ROKOK LOE DETIK INI JUGA !!!!!
DAN JANGAN PERNAH BUANG UANG LOE UNTUK NGIRUP ASEP ROKOK SELAMANYA !!!!
Itu baru resep jitu ……
